Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Popularitas Bali sebagai tempat wisata di Indonesia tentu tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari kegiatan studytour SMA, outing kantor, sampai dengan urusan honeymoon Bali bisa dibilang selalu muncul sebagai tujuan utama. Bahkan, di luar negeri nama pulau ini bisa lebih terkenal dibandingkan nama Indonesia sendiri.
Terang saja, karena Bali memang menyimpan sejuta pesona. Masing-masing orang yang mengunjunginya punya sisi favorit yang berbeda-beda dari si Pulau Dewata
Sebenarnya apa sih yang membuat Bali selalu istimewa di mata banyak orang? Mungkin beberapa alasan ini cukup menjawab rasa kenapa tempat yang satu ini selalu menarik, meski telah berulang kali dikunjungi:

Indonesia adalah negeri yang cantik. Tujuh belas ribu pulaunya menyimpan keindahan, dari gunung berapi hingga pantai pasir putih yang berbatasan langsung dengan samudera. Namun, tak semua keindahan ini dapat terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Untuk berwisata ke daerah Timur, misalnya, kita yang tinggal di Jawa atau di Indonesia Barat mesti siap mengeluarkan kocek jutaan. Untuk menjelajahi Raja Ampat yang begitu cantiknya, misalnya, kita mungkin harus menabung 2-3 tahun dulu sebelum bisa menyentuh gugusan pulau-pulau itu.
Bali menyuguhkan kecantikan yang lebih mudah dijangkau dibandingkan banyak pulau lainnya di Indonesia. Untuk sampai di sana dari pulau Jawa, misalnya, kita tinggal menyeberang menggunakan kapal feri dalam perjalanan 45 menit. Mau yang murah meriah? Ada kereta yang bisa mengantarmu sampai Banyuwangi. Bagi yang tinggal di luar Jawa pun, Bali masih terjangkau karena bandara internasionalnya menampung pesawat yang datang dari seluruh penjuru Nusantara. Nah, keterjangkauan inilah yang menjadi alasan banyak orang untuk memilih Bali sebagai tempat wisata jika berlibur panjang.

Tidak ada yang meragukan bahwa potensi wisata Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke sungguh luar biasa. Tapi bila ditanya daerah mana yang paling tahu cara mengemas pariwisatanya, nama Bali berhak keluar sebagai pemenangnya.
Selama puluhan tahun masyarakat Bali selalu sukses menjadikan pulau mereka sebagai tujuan wisata kelas satu di Indonesia. Popularitas ini tentu bukanlah situasi yang tercipta sendiri. Hal tersebut hanya ada dan terus bertahan karena mereka memang sadar akan segala potensi wisata yang dimiliki pulaunya. Gunung, sungai, pantai, rawa-rawa, bahkan kebun binatang, Bali menggarap segala potensi wisatanya dengan serius.
Bosan dengan Kuta? Ya sudah, jangan ke sana. Masih banyak kok pantai-pantai lain di Bali yang jauh lebih cantik, seperti Padang-Padang dan Pandawa. Bali seolah tak pernah kehabisan pantai, karena setiap hari pasti ada saja pantai baru yang jadi “hits”. Bosan melihat sunset di pantai, dan sekali-kali mau melihat sunrise? Pergi saja mendaki Gunung Batur. Mau parasailing? Paragliding? Naik banana boat? Naik kano? Naik unta? Naik gajah? Wah, berbagai kegiatan bisa kamu lakukan di sini. Terserah kamu deh mau yang mana!

Siapa saja boleh datang ke Bali, bahkan kamu yang memiliki budget pas-pasan. Di pulau ini ada gang Poppies Lane,surganya penginapan murah tempatmu bermalam dengan harga terjangkau. Untuk keliling Bali? Cukup patungan sewa motor bebek dengan temanmu, satu orang/hari membayar Rp. 25.000.
Tidak hanya punya berbagai akomodasi murah saja, jika punya uang lebih dan ingin merasakan sensasi menginap di hotel malam, Bali punya banyak pilihan hotel berbintang. Mulai dari yang berharga ratusan ribu hingga puluhan juga semuanya tersedia. Berbagai penginapan ini juga ada pula yang dilengkapi dengan kolam pribadi yang akan memberikan pengalaman berbeda. Intinya, Bali memungkinkan semua wisatawan bisa berkunjung ke sana.

Selain aneka ragam penginapan dan akomodasi yang dapat kamu pilih, dari segi aktivitas pun tempat ini menawarkan berbagai jenis kegiatan yang bisa dicoba. Mulai dari wisata alam sampai dengan kehidupan malam yang gemerlap semuanya tersedia. Kamu dapat memilihnya sesuai selera dan tentunya kocek yang kamu punya. Bali layaknya toserba menyediakan segala pilihan yang dikehendaki oleh para wisatawannya.
Kondisi ini membuat Bali terasa begitu menarik untuk dikunjungi oleh berbagai tipe wisatawan. Bagi yang doyan wisata alam, budaya, sampai dengan religi semuanya punya wadah di sini. Selain itu kamu juga bisa mengunjungi Bali baik bersama keluarga, teman, dan juga pacar. Nampaknya memang Bali menyiapkan diri untuk dikunjungi oleh pelancong dalam berbagai kondisi.

keramahan masyarakat Bali
Masyarakat Bali yang sadar pariwisata tahu benar bahwa keramahan khas Indonesia adalah membuat banyak wisatawan asing ingin datang ke sini. Maka tidak mengherankan bila kamu dapat dengan mudah menemukan senyum masyarakat lokal saat berlibur di sana. Sapaan hangat dan senyum tulus inilah yang membuat orang rasanya selalu betah saat berada di Pulau Dewata.
Jika kita berjalan-jalan di Bali maka jangan heran bila di sepanjang jalan akan selalu ada orang yang menyapa dengan ramah. Ini menjadi kelebihan yang sepertinya belum dimiliki oleh daerah lainnya. Pariwisata seolah telah menyatu dengan darah masyarakat Bali, sehingga mereka tak akan ragu memberikan pelayanan terbaik yang dimiliki.



Jadi, industri 4.0 juga pasti menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Jadi, kemajuan apa saja yang muncul di dunia komputer kita akhir-akhir ini?
Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya SELALU tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui SAAT ITU JUGA oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada!
Ponsel pintar (smartphones) yang senantiasa membuat kita terhubung dengan dunia luar adalah instrumen penting dalam revolusi industri 4.0.
Kedua, kemajuan teknologi juga menciptakan 1001 sensor baru, dan 1001 cara untuk memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut yang merekam segalanya selama 24 jam sehari. Informasi ini bahkan menyangkut kinerja pegawai manusianya. Misalnya, kini perusahaan bisa melacak gerakan semua dan setiap pegawainya selama berada di dalam pabrik. Dari gerakan tersebut, bisa terlihat, misalnya, kalau pegawai-pegawai tersebut menghabiskan waktu terlalu banyak di satu bagian, sehingga bagian tersebut perlu diperbaiki. Masih ada 1001 informasi lainnya yang bisa didapat dari 1001 data yang berbeda, sehingga masih ada 1001-1001 cara meningkatkan produktivitas pabrik yang semula tak terpikirkan. Karena begitu banyaknya ragam maupun jumlah data baru ini, aspek ini sering disebut Big Data.
Ketiga, berhubungan dengan yang pertama dan kedua, adalah Cloud Computing. Perhitungan-perhitungan rumit tetap memerlukan komputer canggih yang besar, tapi karena sudah terhubung dengan internet, karena ada banyak data yang bisa dikirim melalui internet, semua perhitungan tersebut bisa dilakukan di tempat lain, bukannya di pabrik. Jadi, sebuah perusahaan yang punya 5 pabrik di 5 negara berbeda tinggal membeli sebuah superkomputer untuk mengolah data yang diperlukan secara bersamaan untuk kelima pabriknya. Tidak perlu lagi membeli 5 superkomputer untuk melakukannya secara terpisah. Keempat, ini yang sebetulnya paling besar: Machine learning, yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, yang bisa sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan sehingga melakukan koreksi yang tepat untuk memperbaiki hasil berikutnya.

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.